Blogger templates

Mudamandiriblogspot.com

Jumat, 01 April 2016

PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA

by Unknown  |  in PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA at  22.19

A. PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA 
Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai orang tidak membedakan antara statistik dengan statistika. Kedua istilah tersebut dianggap sama. Hal tersebu
t dapat diperkirakan karena istilah statistika kurang begitu dikenal. Berbeda dengan istilah statistik, istilah ini sudah sering dikenal berkaitan dengan keseharian, misalnya statistik penduduk, statistik pendidikan, statistik pertanian dan lain-lain. Secara khusus kedua istilah itu tidak sama. Berdasarkan referensi yang ada, banyak definisi mengenai statistik, akan tetapi dari definisi-definisi tersebut masih sering timbul pertanyaan apa itu statistik ? Apa itu statistika ? Hal tersebut disebabkan oleh masih luasnya ruang lingkup statistik. Bahkan, sebagian orang sulit untuk membedakan “statistik” dengan “statistika”. Untuk memudahkan kita memahami serta menggunakannya, maka dapat dijelaskan secara mendasar tentang statistik dan statistika. 

1. Pengertian Statistik 
Kata statistik bukan merupakan kata dari bahasa Indonesia asli, asal katanya adalah statistic.
Secara etimologis kata "statistic" berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara.
Pada mulanya, kata "statistic" diartikan sebagai "kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara.
Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada "kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)" saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik.
Seiring berjalannya waktu kata statistic tidak lagi dibatasi untuk kepentingan-kepentingan Negara saja tapi sudah digunakan dalam keseharian untuk mempermudah masyarakat untuk menganalisis sesuatu yang berkaitan dengan data-data.
Sehingga setelah masyarakat memahami statistic dan mulai mempergunakannya dalam kehidupan sehari muncullah berbagai macam nama statistic.
Statistic yang menjelaskan sesuatu hal biasanya diberi nama statistic mengenai hal yang bersangkutan didalamnya, contohnya kumpulan data yang membahas tentang tingkat produksi suatu perusahaan dinamakan statistic produksi.
Banyak persoalan baik itu seperti penelitian ataupun pengamatan yang dinyatakan dalam bentuk bilangan atau angka-angka.
Kumpulan angka-angka disusun atau diatur dan disajikan dalam tabel (terkadang dilengkapi dengan gambar baik berupa diagram maupun grafik, hal ini dilakukan bertujuan untuk mempermudah menjelaskan isi dari data).
Dalam arti sempit statistik berarti data ringkasan berbentuk angka (kualitatif). Sebagai contoh statistik pertanian, yang dimaksudkan adalah data atau keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai pertanian (luas daerah pertanian, banyak masyarakat petani, produk tanaman perkebunan, produk hasil pertanian dan lain-lain). 
Sedangkan dalam arti luas statistik berarti suatu kumpulan angka-angka yang terkadang disusun dalam tabel atau daftar, sering pula disertai dengan diagram atau grafik dan keterangan lain yang dipandang perlu. Atau sering pula diartikan sebagai sekumpulan angka, secara umum berdasarkan hasil penelitian yang menyeluruh maupun tidak. Jadi, statistik adalah kesimpulan fakta berdasarkan data yang berbentuk angka dan disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu persoalan.

2. Pengertian Statistika
Dari data hasil penelitian sering kali diminta suatu uraian, penjelasan atau kesimpulan tentang persoalan yang diteliti. Sebelum kesimpulan dibuat, keterangan data yang yang telah terkumpul itu terlebih dahulu dipelajari, dianalisis atau diolah dan berdasarkan pengolahan ini baru dibuat kesimpulan.
Dari pernyataan di atas tersirat bahwa statistika merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
Maka dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa ruang lingkup statistika lebih luas daripada statistic serta statistika mencangkup statistic, atau dapat kita analogikan ibarat computer, suatu keutuhan computer merupakan statistika sedangkan alat-alat penyusun dari computer (LCD, mouse, CPU, keyboard, dll.) merupakan statistika.
Dalam perkembangannya, statistika sekarang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti bidang ekonomi, kedokteran, pertanian dan sebagainya.
Penelitian jenis manapun dirasa kurang lengkap apabila tidak memanfaatkan perhitungan-perhitungan statistika. Statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang diatur dengan cara-cara yang telah ditentukan. Artinya mengkaji/membahas, mengumpulkan dan menyusun data, mengolah dan menganalisis data, serta menyajikan data dalam bentuk kurva atau diagram, menarik kesimpulan, menafsirkan parameter, dan menguji hipotesa yang didasarkan pada hasil pengolahan data. Contoh : Statistik jumlah produk tanaman musiman dari tahun ke tahun, statistik banyak petani di wilayah tertentu, statistik jumlah tanaman tahunan, dan sebagainya.
Jadi, statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan atau penafsiran data serta penarikan kesimpulan yang didasarkan pada fakta dan data yang ada.
Dengan demikian jika seseorang memerlukan data untuk dasar pengambilan keputusan, maka data tersebut harus dikumpulkan, diolah, disajikan serta dianalisis yang kemudian diambil atau dibuat kesimpulan. 

B. PENGGOLONGAN STATISTIK
1. Penggolongan Statistik Sebagai Metode Analisa
a. Statistika Deskriptif
Statistika Deskriptif adalah bidang ilmu pengetahuan statistika yang berkaitan dengan kegiatan pencatatan dan peringkasan hasil pengamatan terhadap kejadian-kejadian atau karakteristik-karakteristik manusia, tempat dan sebagainya, secara kuantitatif, atau statistik yang mempelajari cara-cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian dan penggambaran data yang telah dikumpulkan terhadap suatu penelitian. Kegiatan-kegiatan yang termasuk pada kategori ini, antara lain kegiatan pengumpulan data, pengelompokan data, penentuan nilai dan fungsi statistik, pembuatan grafik, diagram, dan gambar. Catatan-catatan mengenai jumlah kelahiran, kematian dan perkawinan per tahun disebut statistik.
Demikian pula deskriptif mengenai usia, tingkat pendidikan, serta komposisi etnik penduduk yang tinggal di suatu daerah. Tujuan utama dari operasi statistika deskriptif adalah memudahkan orang untuk membaca data serta memahami maksudnya. 
Adapun ruang lingkup yang meliputi statistik deskriptif :
1) Distribusi frekuensi
2) Pengukuran nilai sentral (mean, modus, median, dan standar deviasi), dispersi, skewness dan kurtosis.
3) Penyajian data dalam bentuk grafik (histogram, poligon, ogive)
4) Angka Indeks
5) Time series atau deret waktu.

b. Statistika Inferensial
Statistika inferensial adalah bidang ilmu statistika yang mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi berdasarkan data yang ada (sampel) atau statistik yang berkaitan dengan kegiatan penarikan kesimpulan dari fakta-fakta, serta pengambilan keputusan berdasarkan fakta-fakta itu. Di dalam staistik inferensial berisi estimasi parameter, uji hipotesis, prediksi, dan perhitungan derajat asosiasi antar variabel. Adapun ruang lingkup dari statistik inferensial meliputi :
1) Probabilitas
2) Distribusi data
3) Estimasi parameter
4) Uji hipotesis termasuk di dalamnya uji chi square dan analisis variansi
5) Analisis regresi
6) Analisis korelasi

2. Penggolongan Statistik Menurut Cara Kerjanya
Di dalam statistika Inferensial/Indukif, berbagai uji statistik yang dapat digunakan pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yakni Uji Statistik Parametrik dan Uji Statistik Non-Parametrik.
a. Statistik Parametrik
Statistik Parametrik ialah suatu uji statistik yang sudah diketahui terlebih dahulu skala datanya yakni skala data interval dan rasio, sebaran (distribusi) datanya yakni distribusi normal.
Jika dilihat dari jumlah datanya, biasanya data berjumlah besar, sekurang-kurangnya lebih besar atau sama dengan 30 data. Semakin besar data, maka akan mendekati asumsi normal.
b. Statistik Non Parametrik
Statistik Non Parametrik ialah suatu uji statistik yang belum diketahui sebaran datanya dan tidak perlu berdistribusi normal dimana besaran-besaran populasi tidak diketahui atau asumsi-asumsi yang dipersyaratkan dalam populasi (dalam statistik parametrik) tidak terpenuhi.
Dengan demikian statistik ini dapat dikatakan sebagai uji statistik berasumsi bebas.

C. PENTINGNYA STATISTIKA
Statistika mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan, karena statistika memberikan sumbangsih dalam pengambilan keputusan. Seorang pimpinan/manajer saat akan mengambil keputusan harus mempertimbangkan data/analisis statistika agar keputusan yang diambil mendekati pada apa yang ingin dicapai. Seorang peneliti, tidak akan bisa melepaskan diri dari statistika. Keputusan yang diambilnya akan akurat jika didukung oleh statistika. Para pendidik, olahragawan, pekerja dan semua elemen dalam kehidupan memerlukan statistika sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan.
Gambaran-gambaran di atas menunjukkan betapa pentingnya peranan statistika dalam kehidupan. Tanpa statistika keputusan-keputusan yang diambil dapat meleset. Hal tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko.

D. MANFAAT STATISTIKA
Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana :
• Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statistika. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
• Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
• Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
• Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.
Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dapat berguna dalam menentukan keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.

E. FUNGSI STATISTIK
Menurut Subana (2000), fungsi-fungsi statistik dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu. Tanpa adanya statistik data menjadi kabur dan tidak jelas. Contoh: beberapa mahasiswa dari seratus mahasiswa yang menempuh ujian statistika dinyatakan lulus. Pernyataan ini tidak jelas. Agar menjadi jelas, pernyataan tersebut dapat diubah menjadi: Enam puluh lima orang dari seratus mahasiswa yang menempuh ujian statistika dinyatakan lulus.
2. Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti. Data yang kompleks dapat disederhanakan dalam bentuk tabel, grafik, maupun diagram atau dalam bentuk lainnya, seperti rata-rata, persentase, atau koefisien-koefisien sehingga mudah dimengerti.
3. Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan. Dengan menyederhanakan data dalam bentuk rata-rata ataupun persentase, suatu kelompok dengan kelompok lainnya dapat dikelompokkan dengan mudah.
4. Statistik dapat memperluas pengalaman individual. Pengalaman individual sangat terbatas pada apa yang dilihat dan apa yang diteliti, yang merupakan bagian kecil dari tata kehidupan sosial seluruhnya. Pengetahuan idividual dapat diperluas dengan cara mempelajari kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data penilaian lainnya.
5. Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala. Dengan mempelajari statistik, berbagai gejala, baik yang bersifat sosial maupun ekonomi dapat dipelajari.
6. Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat. Statistik dapat menentukan sebab-sebab pokok suatu gejala yang selanjutnya digunakan untuk mengadakan prediksi atau ramalan.

F. PENDEKATAN DALAM STATISTIK
1. Objektif
Pendekatan secara objektif bermakna statistik disampaikan sesuai dengan kondisi lapangan tanpa ditambah dan dikurangi sehingga angka-angka, rumus-rumus dan analisis data yang dipergunakan dapat diterima oleh semua orang.
2. Universal
Pendekatan secara universal bermakna statistik dapat dipergunakan pada setiap bidang keilmuan terutama sains dan sosial. 

Semoga Allah SWT memberikan manfaat dari Ilmu yang Saya sampaikan ini ....
Amiiiiiiiin Ya Rabbalalamiiiiiiiiiiin ............

0 komentar:

    Popular Posts

Proudly Powered by Blogger.